6 Selebritas Tanah Air yang Terjerat Kasus Narkoba di Masa Pandemi

6 Selebritas Tanah Air yang Terjerat Kasus Narkoba di Masa Pandemi – Kabar penangkapan Jennifer Jill sempat menggelapkan selebritis Indonesia yang terlibat kasus narkoba saat pandemi.

6 Selebritas Tanah Air yang Terjerat Kasus Narkoba di Masa Pandemi

Sumber : medan.tribunnews.com

rorybeca – Selama pandemi ini, tidak hanya enam selebriti Indonesia yang ditangkap karena kasus penyalahgunaan narkoba. Alasannya hampir sama, yaitu untuk mengisi waktu luang.

Berikut ini beberapa Selebritas Tanah Air yang Terjerat Kasus Narkoba :

1. Dwi Sasono

Sumber : kabar24.bisnis.com

Artis karakter Dwi Sasono ditetapkan sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkoba.

Dikutip dari popbela.com, pada senin (1 Juni 2020) dalam judul perkara di Mapolda Metro Jakarta Selatan, polisi mengungkap kronologis penangkapan terhadap Widi Mulia atau suami Widi “Be3”.

Menurut Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Dwi Sasono ditahan sejak 26 Mei 2020. Dwi dijemput polisi di sekitar 20 lokasi di kantor polisi WIB.

Penangkapan Dwi Sasono merupakan hasil dari pemberitaan publik yang menyelidiki seseorang yang diduga berinisial C.

Yusri mengatakan, saat penangkapan, polisi menemukan banyak barang bukti. Penangkapan terjadi di kediaman Dwi Sasono di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan.

Yusri Yunus dalam siaran langsung yang dilakukan di akun Instagram Polda Metro Jakarta Selatan mengatakan: “Saat menggeledah di kediaman DS, ditemukan 16 gram ganja disembunyikan di dekatnya.”

Seperti yang kita ketahui bersama, Dwi Sasono menyimpan barang bukti ganja dengan rapi di dalam sebuah kotak di lemari. Saat ditangkap, Dwi Sasono tidak melawan dan bekerja sama dengan polisi. Yusri mengatakan: “Personel yang bersangkutan menunjukkan dari inisial C (mencurigakan) bahwa dia memang punya barang bukti.”

Yusri Yunus mengatakan, Dwi Sasono memperoleh narkoba dari seorang berinisial C, dan kini berstatus DPO. Dwi Sasono mengatakan kepada polisi bahwa dia telah menggunakan narkoba selama sebulan terakhir.

“Motivasi yang dia sampaikan adalah ini motivasi pertama untuk mengisi gap waktu. Dalam beberapa bulan terakhir, dia hanya bisa beraktivitas di rumah saat Covid-19, dan sulit untuk tertidur, sehingga dia menyia-nyiakan waktu berbuat salah. Masalah, kata Yusri Yunus.

Saat penggeledahan dilakukan, istri Dwi Sasono Widi Mulia tidak mengetahui bahwa suaminya mengonsumsi ganja.

Yusri mengatakan, penyimpanan obat yang rapi Dwi Sasono membuat istrinya tidak tahu ada barang ilegal di rumahnya.

Usai tes, Yusri melanjutkan, sejauh ini baru Dwi Sasono yang dinyatakan positif mengonsumsi obat tersebut.

Yusri mengatakan: “Sampai saat ini semuanya sudah kami uji. Tidak ada yang lain selain yang terlibat, bukan istrinya.” Saat ini Dwi Sasono sudah ditangkap dan menjadi tersangka.

Atas perbuatan Dwi Sasono, ia diancam berdasarkan Pasal 111, Pasal 114, Ayat 1 UU Narkotika, dan terancam hukuman penjara minimal 5 tahun.

Baca juga : 9 Proyek Jalan Tol dalam 1 Tahun Pemerintahan Jokowi Ma’aruf

2. Jerry Lawalata

Sumber : mataram.antaranews.com

Pada Senin (15/6/2020), Polres Metro Jakarta Utara dan tersangka Jerry Lawalata bersama-sama merilis kasus dugaan penyalahgunaan narkoba.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto menjelaskan urutan kronologis penangkapan Jerry yang berlangsung pada Jumat (6 Juni 2020).

Polisi awalnya mendapat laporan dari masyarakat bahwa mereka menduga rumah tersebut sering digunakan sebagai tempat penyalahgunaan narkoba.

Tim Satreskoba Polres Metro Jakarta Utara akhirnya menggeledah rumah di kawasan Kelapa Gading.

“Petugas kemudian melakukan interogasi, dan JRL alias JL mengaku baru mengonsumsi narkoba atau narkoba tadi malam,” kata Budhi. Dari penangkapan tersebut, polisi mendapatkan barang bukti berupa alat seberat 1,32 gram dan sabu.

Jerry Lawalata mengaku menggunakan narkoba sejak 2016.

Terkait perkara ini, Jerry Lawalata diikat oleh Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Republik Indonesia 2009, dan Pasal 127 ayat 1A ayat subsider. Jerry Lawalata menghadapi hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun.

3. Catherine Wilson

Sumber : metro.tempo.co

Kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan selebritis Indonesia sudah sering terjadi. Baru-baru ini, aktris Catherine Wilson (Catherine Wilson) jatuh ke dalam obat-obatan terlarang.

Pada Jumat (17 Juli 2020), perempuan berusia 39 tahun itu ditangkap di rumahnya di kawasan Cinere Depok.

Dari penangkapan tersebut, polisi berhasil menemukan barang bukti berupa dua klip kecil berukuran 0,66 gram dan metil metamfetamin 0,43 gram. Tak hanya itu, polisi juga menyita cangkir penyedot dan telepon genggam.

Catherine menggunakan metamfetamin di keamanan rumah dan dimulai dengan huruf J. Menurut Kombes Yusri Yunus, Kabid Humas Polda Metro Jaya, aktris kerap meminta J untuk membeli barang ilegal tersebut dari orang-orang dimulai dengan huruf A.

Orang tersebut diduga sebagai pengedar dan polisi masih melakukan penggeledahan.

Yusri mengatakan: “Ada lagi yang asli A. Dia jadi DPO karena CJ menyuruh C membeli J dari A. Makanya nanti kita atur (tersangka) berapa lama barang haram itu akan dipakai,”

Karena alasan ini, Catherine dan personel keamanan dapat menghadapi hukuman penjara 15 tahun.

Yusri mengatakan: “Pasal 114 dan 112 memiliki jangka waktu minimal 5 tahun, dan jangka waktu maksimal 15 tahun merupakan ancaman hukuman bagi orang yang bersangkutan.”

4. Anton “J-Rocks”

Sumber : tribunnews.com

Direktur Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan kronologis penangkapan drummer J-Rocks Anton Rudi Kelces terkait dakwaan penyalahgunaan narkoba.

Berawal dari pemberitaan publik, Satresnarkoba Polres Metro Tanjung Priok menangkap salah satu kru band J-Rocks berinisial M.

Yusri mengatakan dalam jumpa pers virtual Instagram @polres_pelabuhan_tanjung_priok yang diadakan pada Sabtu (22/8/2020): “Berhasil mendapatkan inisial huruf M di kawasan Kemayoran. Inisial M ditemukan dalam kemasan ganja yang telah dikeringkan.”

Setelah itu, polisi menyelidiki dan menanyakan darimana M mendapatkan bungkusan ganja kering tersebut. Di antara simpatisan, M menyebut nama ini dengan nama yang dimulai dengan D. Sayangnya, D tidak tertangkap dan polisi masih memburu.

M menyebut seseorang berinisial DN, J-Rocks, dan staf Anton, yang menjual mariyuana kepadanya. Tidak hanya DN menjual kedua nama ini kepada orang-orang berinisial W, dia adalah mantan anggota band J-Rocks.

Yusri berkata: “ARK juga membeli sebungkus ganja dari DN, dan DN ini juga menjualnya ke mantan anggota kru, bukan huruf awal W dari band JR itu sendiri.”

Untuk Anton sendiri, Dinas Narkoba Polres Tanjung Pruek membawanya ke kediamannya di kawasan Serpong Tangerang pada Jumat (21/8/2020).

Bersamaan dengan itu, di kawasan Slipi, Jakarta Barat, tersangka lain berinisial W ditangkap polisi. Saat mengusut kasus tersebut, polisi menemukan paket 1 kg ganja yang akan dikirim oleh M melalui jasa pengiriman.

Yusri mengatakan: “Kemudian dikumpulkan 1 kg mariyuana kering yang berhasil diperoleh melalui jasa pengiriman yang diterima. Ini Saudara M.”

Empat orang di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka pidana.Uji urine menunjukkan konsumsi ganja jenis ini positif. Yusri mengatakan, saat ini M dan DN bertindak sebagai pemasok, namun Anton dan W hanya pengguna.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Kompas.com, semua barang bukti yang disita polisi menyebutkan jumlah ganja sebanyak 1.087 gram.

Dalam kasus ini, Anton dan yang lainnya didakwa sesuai dengan Pasal 111 (1) dan 114 (1) UU Narkotika Indonesia Nomor 35 Tahun 2009.

Menurut artikel ini, keempat orang ini akan menghadapi setidaknya 4 tahun dan hingga 20 tahun penjara, atau penjara seumur hidup.

Di saat yang sama, Anton dan yang lainnya akan didenda paling sedikit 800.000 rupiah atau hingga 10 miliar rupiah.

5. Jaka eks “BIP”

Sumber : foto.tempo.co

Polda Metro Jaya menggugat mantan musisi drummer BIP Jaka Hidayat. Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Sudjarwoko memperoleh banyak fakta mengejutkan dari pria berusia 45 tahun tersebut dalam keterangan yang dikeluarkan, Jumat (9 April 2020).

Jaka Hidayat ditangkap pada 2 September 2020 di sebuah hotel di Jakarta Utara berinisial C. Penangkapan tersebut berdasarkan informasi yang diperoleh polisi dari laporan masyarakat.

Kompol Sudjarwoko menjelaskan: “Tim Narkotika Polres Jakarta Utara mengikuti pemberitaan di bawah pimpinan AKP Siahaan.”

Setelah diperiksa, polisi melihat aktivitas mencurigakan dari New York. Setelah diinterogasi, NY mengaku akan memberikan obat kristal JH.

Polisi kemudian menggeledah kamar tempat tinggal Jaka Hidayat. Di sana ditemukan obat sabu dengan berat total 0,34 gram.

Kompol Sudjarwoko menjelaskan: “Kedua tersangka dibawa ke Mabes Polri di Jakarta Utara untuk diperiksa. Hasil pemeriksaan menunjukkan tersangka positif metfetamine.”

Dalam hal ini, Jaka Hidayat dan NY berada di bawah yurisdiksi Pasal 114 ayat 1, dan anak perusahaannya berdasarkan Pasal 112 ayat 1, dan ketentuan Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 juga berada di bawah yurisdiksi mereka.

Kompol Sudjarwoko mengatakan: Ancamannya minimal lima tahun, paling lama 20 tahun. Denda maksimal Rp 10 miliar.

Jaka Hidayat adalah mantan anggota grup musik BIP. Dia dan bandnya menggubah album Air Fresh (2004) The Best of BIP (2003) dan Turun dari Langit (2001).

Jaka Hidayat tidak hanya berpartisipasi di BIP, tetapi juga berpartisipasi dalam produksi album Mayangsari “No More”, yang juga membuktikan musikalitasnya.

Ada proyek lain dengan Erwin Gutawa, Ari Lasso, Atiek CB dan penyanyi legendaris Broery Marantika.

Baca juga : Fakta Terkait Kasus Korupsi Bansos Covid-19

6. Reza Artamevia

Sumber : liputan6.com

Penyanyi Reza Artamevia dijamin aparat memiliki 0,78 gram sabu di sebuah restoran di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur pada Jumat (9 April 2020).

Hal itu diungkapkan Direktur Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Yusri Yunus (Yusri Yunus) dalam jumpa pers yang digelar Minggu (6/9/2020) di kawasan Semanji, Jakarta Selatan.

Ia menuturkan: “Peristiwa itu terjadi pada WIB Jumat pekan lalu di sebuah restoran di Jalan Jatinegara, Jakarta Timur. Buktinya ada penjepit kristal sabu 0,78 gram, dompet, cangkir hisap (perokok) dan korek api., Semuanya. terkait. “kata.

Ditangkap Saat Transaksi

Saat diamankan, Reza sedang membeli sabu. Setelah itu, polisi melakukan penggeledahan di kediaman Reza di Serendu, Tangerang Selatan.

Dia berkata: “Kemudian kami menggeledah rumah di daerah Cirendeu dan menemukan ada senjata dan korek api di dalam rumah.”

Yusri mengatakan, penangkapan pengamen yang “berharap tidak lepas” itu berdasarkan laporan dari masyarakat sekitar yang selama ini melihat Riza berdagang.

Sejauh ini polisi masih mengusut kasus tersebut, seperti sumber narkoba milik Reza Artamevia.

Dia mengatakan: “Kami telah melakukan pendalaman terkait untuk mengetahui sumber selundupan. Kemudian, kami akan menentukan DPO yang akan kami ikuti, dengan inisial F. Ini masih dikejar, dan kami berharap bisa segera bertemu.

Ancaman Hingga 12 Tahun

Dalam hal ini, Reza Artamevia diatur dalam Pasal 112 ayat 1 dan Pasal 127 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 4 tahun dan pidana penjara paling lama 12 tahun.

Sebelumnya, pada 2016, ia menyaksikan kasus penyalahgunaan narkoba sabu yang melibatkan Gatot Brajamusti, dan ia adalah guru spiritualnya. Dia menerima rehabilitasi selama dua bulan saat itu.

bertha45332356

Next Post

Mengejutkan, 6 Fakta Vonis 10 Tahun Jaksa Pinangki

Tue Feb 23 , 2021
Mengejutkan, 6 Fakta Vonis 10 Tahun Jaksa Pinangki – Pinangki Sirna Malasari divonis 10 tahun penjara. Pinangki divonis menerima suap Djoko Tjandra senilai US $ 450.000 untuk mengurus Fatwa MA dan melakukan TPPU serta mufakat jahat. Mengejutkan, 6 Fakta Vonis 10 Tahun Jaksa Pinangki rorybeca – Pada Senin (8/2/2021), Pengadilan […]